Kamis, 21 April 2016

Renungan Jum'at hari Ini

Katur Ibu Wonten Tlatah Sojokerto

Ibu, Ingkang Tansah Kulo Tresnani . . . . .


Ibu 
Matur suwun Ibu …
Panjenengan sampun ngorbanake 
Nyawanipun panjenengan dingge 
Nglairke kulo teng donya niki 
Kulo … 
Anak sing Ibu lairke 
Namung saget bales 
Perjuanganipun lan pangorbanan Ibu
Kalih donga lan kabektian kulo 
Kalih panjenengan Ibu … 


Ibu … 

Kulo nyuwun pangapunten 
Amargi kulo sampun lelakon 
Kesalahan kaleh Ibu … 
Kulo sadar, umpami mboten wonten Ibu 
Kulo mboten saget lahir 
Teng donya niki … 
Matur suwun sanget Ibu …

Bng.   April 2016

Senin, 22 Februari 2016

Kegiatan Kerjabakti Di Hari Libur/Minggu

Indahnya Kebersamaan,
https://plus.google.com/101835819632365424561
Gotong Royong Membangun (renovasi) Tempat/Sarana Ibadah Musholla
Kegiatan gotong royong atau kerja bakti di hari minggu merupakan hal yang telah menjadi budaya bangsa Indonesia, kerja bakti ini ternyata dilakukan pada bidang yang banyak berhubungan dengan pekerjaan bangunan entah kenapa bisa demikian adanya? mungkin berhubungan dengan kemauan manusia yaitu ingin membangun dan entah apa yang dibangun, dan uraian kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari gotong royong.
https://youtu.be/52FF_NiGsh0
Puji syukur, karena kegiatan gotong royong ini tidak terkikis oleh zaman sehingga wujud sarana ibadah Musholla al-Fudhola yang terletak di Blok F Perumahan Graha Prima bentuk nyata kebersamaan di masyarakat, bangunan yang cukup kokoh sebagai bukti berjalannya kegiatan kerjabakti ini, bangunan hasil gotong royong swadaya masyarakat warga setempat serta dukungan berbagai pihak, maka Musholla al-Fudhola tempat ibadah yang memang dambaan sejak dulu, insya Allah akan menjadikan banyak manfaat untuk warga maupun jama’ahnya.
Apapaun bentuk gotong royong atau kerjabakti yang dilakukan semoga bisa membawa kebaikan bagi seluruh warga atau jama’ah. hendaknya kegiatan ini dilakukan tanpa rasa terpaksa karena rasa ikhlas akan membuat suatu kenyamanan dalam bekerja, dan yang tak kalah penting adalah bukanlah bagaimana wujud kerja bakti itu namun lebih utama pada nilai-nilai yang terkandung didalamnya.




















Selasa, 12 November 2013

Mencari Nafkah

Mencari nafkah adalah ibadah


Pernah sahabat Nabi SAW merungut apabila melihat seorang yang badannya kasar karena kuat bekerja dan berkata: "...Alangkah baiknya jika dia menggunakan kekuatan tubuhnya itu untuk berjihad pada jalan Allah

Mendengar itu Rasulullah SAW pun bersabda: "Jika dia bekerja mencari nafkah untuk anak-anaknya yang kecil adalah Fi Sabilillah, jika dia bekerja untuk kedua Ibu Bapaknya pun Fi Sabilillah, jika dia bekerja mencari nafkah untuk dirinya sendiri juga Fi Sabilillah, tetapi jika dia bekerja dengan tujuan menunjuk-nunjuk dan riak, maka itu adalah Fi Sabili syaitan (pada jalan syaitan)". (HR. Bukhari dan Muslim dan Tirmidzi)








Rabu, 22 Mei 2013

Nikmat Yang Halal

Antara (Nikmatnya) Hasil Keringat Sendiri, Dan Perolehan (Dari) Bukan Haknya.

"Sesungguhnya sebaik-baiknya yang dimakan seseorang hasil kerja sendiri" (HR. Bukhari Dan Muslim)

Sungguh beruntung orang yang telah berserah diri, diberi kecukupan rizki dan diberi sifat qana’ah terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya”. [HR Muslim]

Rasulullah SAW bersabda :
"Tidaklah seseorang bekerja suatu pekerjaan yang lebih suci daripada hasil kerja tanganya, dan apa-apa yang ia belanjakan untuk dirinya, keluarganya, anak-anaknya dan pembantuknya maka itu merupakan sedekah" (HR. Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa yang bermalam dalam keadaan badannya capek karena pekerjaannya, dia bermalam dalam keadaan terampuni dosanya.”

Makna dari hadits diatas
- Orang yang makan dari keringatnya sendiri itu jauh lebih baik daripada hasil meminta-minta, hasil sumbangan atau hasil kejahatan
- Orang yang bekerja itu lebih baik dari pada mengantungkan hidup dari orang lain
- Kita Disuruh buka usaha sendiri
- Kita disuruh mencari rezeki sendiri bukan cara meminta-minta
- Hasil kerja yang di belanjakan untuk menghidupi keluarga dan pembantu merupakan sedekah

Islam memiliki pandangan tersendiri terhadap rezeki, nikmat dan makanan yang pada hakikatnya semua berasal dari Allah SWT. Konsep ini mengandung arti bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat pemberi nikmat bagi setiap makhluk hidup yang ada diseluruh dunia ini.

Allah SWT melimpahkan nikmatnya pada hamba-hambanya yang mau berusaha dan menggunakannya demi untuk memenuhi janji-janjinya kepada Allah SWT. Bagaimanapun juga Allah SWT tidak akan melimpahkan nikmat dan rahmatnya pada orang-orang yang berusaha mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak halal dan membelanjakannya dengan cara yang tidak bertanggung jawab.

Manusia hanyalah sarana bagi Allah SWT untuk melimpahkan nikmatnya. Nikmat Allah SWT yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan atau hanya sekedar untuk menyambung hidup. Allah SWT menghendaki kehidupan yang nyaman dan tentram bagi umat manusia.

Allah SWT menyatakan bahwa Dia hanya melimpahkan karunianya bagi hamba-hambanya yang mau berusaha dan bekerja keras. Semakin keras mereka bekerja, akan semakin bertambah pula nikmat Allah SWT yang dilimpahkan kepadanya. Umat islam tidak hanya dianjurkan untuk bekerja keras, tetapi dianjurkan juga untuk mempotensikan akal mereka supaya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sebanyak mungkin dan bahkan jika diperlukan, mereka dianjurkan untuk melakukan hijrah ke setiap penjuru dunia supaya mereka menemukan dan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penghasilan mereka.

Kesimpulan:

Karunia yang diberikan oleh Allah SWT menurut pandangan agama islam mencakup beberapa elemen, diantaranya:

1. Umat Islam dianjurkan mencari rezeki dengan giat dan dalam cara-cara yang halal.
2. Allah SWT akan melimpahkan nikmatnya yang tak terhingga kepada orang-orang yang mau bekerja keras dan jujur.
3. Rezeki yang dihasilkan dengan cara-cara yang halal merupakan kepercayaan yang diberikan langsung Allah SWT.
4. Rezeki atau penghasilan yang halal digunakan lebih jauh untuk membantu orang-orang yang kurang mampu dan untuk membantu kelangsungan perkembangan Islam dan Negara

Harta (kekayaan) Yang Bukan Haknya
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Barangsiapa merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan baginya surga,” maka salah seorang bertanya,”Meskipun sedikit, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab,”Ya, meskipun hanya setangkai kayu sugi (siwak).”[HR Muslim]
“Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli dari mana dia mendapatkan harta, dari jalan halal ataukah (yang) haram”. [HR Bukhari]
Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah. Dia-lah yang telah memberikan ampunan kepada setiap pelaku dosa. Dan Allah pula yang telah melipat-gandakan pahala bagi para pelaku kebajikan. Dia melimpahkan berbagai kebaikan dan kenikmatan kepada segenap makhlukNya.
Ketahuilah, pemberian terbaik yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba adalah keimanan dan ketakwaan. Kekayaan dan kecukupan hidup, hendaknya tidak menjadi kendala seseorang untuk bertakwa. Dia juga harus yakin, bahwa iman dan takwa merupakan nikmat dan karunia Allah semata. Oleh karena itu, pemberian yang sedikit, jika disyukuri dan dirasa cukup, itu lebih baik daripada banyak tetapi masih menganggapnya selalu kekurangan. Sehingga tidaklah berfaidah limpahan nikmat dan banyaknya harta bagi orang-orang yang tidak bersyukur kepada Allah.
Ingatlah, kekayaan tidak disebabkan harta yang melimpah. Namun kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan yang terdapat pada jiwa. Yaitu jiwa yang selalu qana’ah (yaitu rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan,) dan menerima dengan lapang dada setiap pemberian Allah kepadanya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dengan sifat qana’ah ini, seorang muslim harus bisa menjaga dalam mencari rizki atau mata pencaharian. Ketika bermu’amalah dalam mencari penghidupan, jangan sampai melakukan tindak kezhaliman dengan memakan harta orang lain dengan cara haram. Inilah kaidah mendasar yang harus kita jadikan barometer dalam bermu’amalah. Allah berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu…” [an Nisaa/4 : 29].
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”. [al Baqarah/2 : 188].
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan :
“Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, harga dirinya, dan hartanya”. [HR Muslim].
Ketahuilah, seseorang yang memakan harta haram, hidupnya tidak akan tenang dan bahagia. Doa yang dia panjatkan akan tertolak. Rasulullah telah menyebutkan sebuah kisah. Yaitu seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sampai keadaannya menjadi kusut dan berdebu, kemudian dia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa “ya Rabbi, ya Rabbi,” akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dikenyangkan dari yang haram. Lantas, bagaimana mungkin doanya bisa dikabulkan?! [HR Muslim].
sumber: kajian risalah agama Islam









Kamis, 02 Mei 2013

Pegawai Negeri

Kenapa Banyak Orang Ingin Jadi PNS ???
Judul tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi kita terutama yang ingin bekerja di instansi pemerintah. Selama ini sering kita dengar apalagi orang dari daerah yang mempunyai putra/putrinya setelah LULUS menyelesaikan pendidikan umum baik itu slta/sederajad ataupun pendidikan yang lebih tinggi plus gelar sarjananya, tentunya cenderung akan sangat berminat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan jaminan hari tua, mereka beralasan seolah-olah masa depan sudah “aman dan nyaman’” dengan menjadi PNS. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah di jumpai orang yang sama sekali tidak berminat menjadi PNS.
Anehnya lagi, banyak orang yang rela membuang-buang hartanya demi PNS. Banyak dari mereka rela mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah Mau cari uang kok malah ngeluarin uang???!!!
Kita juga tahu bahwa gaji PNS adalah kecil, tapi kata seorang peminat PNS beralasan “Kita kan bisa hidup sederhana, kita juga bisa cari tambahan lain”
Begitulah memang seperti yang dikatakan oleh para pebisnis watak orang Indonesia, merasa terbuai dengan’kenyamanan

Ada beberapa alasan mengapa orang ingin menjadi Pegawai pemerintah, (Tulisan berikut ini diambil dari berbagai sumber), antara lain:
- Aman dan Nyaman, karena kalau di swasta katanya nanti bisa nggak dipakai orang lagi, dipecat, dlsb. Motivasi ini jelas bibit dari sifat PGPS (pinter goblok pendapatan sama). Kalau jadi PNS aman, gak bakalan dipecat mau segoblok apa juga. Mau kerja rajin, mau kerja malas, mau kreatif atau dongok, tetap aman dah.
- Pensiun, ini cukup make sense dan manusiawi, tapi apa mereka tidak tahu bahwa perusahaan2 swasta pun banyak yang memiliki program dana pensiun, dan kenapa tidak setinggi itu animo untuk bekerja di swasta? mungkin kembali ke poin di atas.
- Mau jadi kaya, nah ini nih… jarang diungkapkan, tapi kalau mau disurvey secara jujur inilah motivasi utama mayoritas orang yang mau jadi PNS.
- Kebanggaan, hmm… mungkin juga, meskipun saya gak tahu di mana harus bangganya. Memang ada beberapa profesi yang membanggakan atau menurut saya mereka patut bangga dengan itu seperti peneliti ilmiah, dosen, guru (salut untuk yang ini) atau profesi2 yang memang membutuhkan kompetensi tinggi, untuk profesi-profesi seperti ini tentunya tidak berlaku “if I am just a little bit dumber, then I will be a PNS”. Tapi yang lainnya, bangga??
7-8 tahun lalu, di sebuah artikel di harian Kompas, saya baca tulisannya Alm Romo Mangun, doi menulis tentang sistem kependidikan kita dan kenapa orang begitu berminat menjadi PNS (birokrat). Rupanya, menurut analisis doi, kita ini masih mewarisi mental inlander dari jaman kolonial dulu, di mana orang dididik untuk menjadi patuh dan taat pada pemerintah sehingga bisa menjadi ambtenaar (PNS di jaman kolonial). Menjadi ambtenaar itu jabatan terhormat di masyarakat waktu itu, dan rupanya masih terbawa hingga sekarang.

Yang juga masih terbawa adalah paradigma bahwa mereka adalah bagian dari kekuasaan (penguasa), bukan pelayan rakyat atau pembayar pajak.
Sehingga, kata Romo Mangun, pernah ada penelitian tentang cita-cita pelajar di dunia. Di Amrik, jika ditanya cita-citanya, para pelajar di sana mengatakan mereka ingin menjadi pengusaha, eksekutif perusahaan multi nasional, pengacara, dll. Di Iran, pelajarnya ingin menjadi ulama dan tokoh syiah. Di Indonesia, pelajarnya ingin menjadi PNS.

Semoga dengan bergantinya estafet PEMIMPIN di negeri ini paradigma (dilayani) sebagai PNS benar-benar akan hilang, dan menjalankan sesuai TUPOKSI sehingga lambat laun KKN terhapuskan.
~ kegiatan upacara 1 Desember 2014

sumber: media informasi ASN (kepegawaian sipil)