Kamis, 02 Mei 2013

Pegawai Negeri

Kenapa Banyak Orang Ingin Jadi PNS ???
Judul tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi kita terutama yang ingin bekerja di instansi pemerintah. Selama ini sering kita dengar apalagi orang dari daerah yang mempunyai putra/putrinya setelah LULUS menyelesaikan pendidikan umum baik itu slta/sederajad ataupun pendidikan yang lebih tinggi plus gelar sarjananya, tentunya cenderung akan sangat berminat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan jaminan hari tua, mereka beralasan seolah-olah masa depan sudah “aman dan nyaman’” dengan menjadi PNS. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah di jumpai orang yang sama sekali tidak berminat menjadi PNS.
Anehnya lagi, banyak orang yang rela membuang-buang hartanya demi PNS. Banyak dari mereka rela mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah Mau cari uang kok malah ngeluarin uang???!!!
Kita juga tahu bahwa gaji PNS adalah kecil, tapi kata seorang peminat PNS beralasan “Kita kan bisa hidup sederhana, kita juga bisa cari tambahan lain”
Begitulah memang seperti yang dikatakan oleh para pebisnis watak orang Indonesia, merasa terbuai dengan’kenyamanan

Ada beberapa alasan mengapa orang ingin menjadi Pegawai pemerintah, (Tulisan berikut ini diambil dari berbagai sumber), antara lain:
- Aman dan Nyaman, karena kalau di swasta katanya nanti bisa nggak dipakai orang lagi, dipecat, dlsb. Motivasi ini jelas bibit dari sifat PGPS (pinter goblok pendapatan sama). Kalau jadi PNS aman, gak bakalan dipecat mau segoblok apa juga. Mau kerja rajin, mau kerja malas, mau kreatif atau dongok, tetap aman dah.
- Pensiun, ini cukup make sense dan manusiawi, tapi apa mereka tidak tahu bahwa perusahaan2 swasta pun banyak yang memiliki program dana pensiun, dan kenapa tidak setinggi itu animo untuk bekerja di swasta? mungkin kembali ke poin di atas.
- Mau jadi kaya, nah ini nih… jarang diungkapkan, tapi kalau mau disurvey secara jujur inilah motivasi utama mayoritas orang yang mau jadi PNS.
- Kebanggaan, hmm… mungkin juga, meskipun saya gak tahu di mana harus bangganya. Memang ada beberapa profesi yang membanggakan atau menurut saya mereka patut bangga dengan itu seperti peneliti ilmiah, dosen, guru (salut untuk yang ini) atau profesi2 yang memang membutuhkan kompetensi tinggi, untuk profesi-profesi seperti ini tentunya tidak berlaku “if I am just a little bit dumber, then I will be a PNS”. Tapi yang lainnya, bangga??
7-8 tahun lalu, di sebuah artikel di harian Kompas, saya baca tulisannya Alm Romo Mangun, doi menulis tentang sistem kependidikan kita dan kenapa orang begitu berminat menjadi PNS (birokrat). Rupanya, menurut analisis doi, kita ini masih mewarisi mental inlander dari jaman kolonial dulu, di mana orang dididik untuk menjadi patuh dan taat pada pemerintah sehingga bisa menjadi ambtenaar (PNS di jaman kolonial). Menjadi ambtenaar itu jabatan terhormat di masyarakat waktu itu, dan rupanya masih terbawa hingga sekarang.

Yang juga masih terbawa adalah paradigma bahwa mereka adalah bagian dari kekuasaan (penguasa), bukan pelayan rakyat atau pembayar pajak.
Sehingga, kata Romo Mangun, pernah ada penelitian tentang cita-cita pelajar di dunia. Di Amrik, jika ditanya cita-citanya, para pelajar di sana mengatakan mereka ingin menjadi pengusaha, eksekutif perusahaan multi nasional, pengacara, dll. Di Iran, pelajarnya ingin menjadi ulama dan tokoh syiah. Di Indonesia, pelajarnya ingin menjadi PNS.

Semoga dengan bergantinya estafet PEMIMPIN di negeri ini paradigma (dilayani) sebagai PNS benar-benar akan hilang, dan menjalankan sesuai TUPOKSI sehingga lambat laun KKN terhapuskan.
~ kegiatan upacara 1 Desember 2014

sumber: media informasi ASN (kepegawaian sipil)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar