Judul tersebut masih
menjadi tanda tanya besar bagi kita terutama yang ingin bekerja di instansi pemerintah.
Selama ini sering kita dengar apalagi orang dari daerah yang mempunyai putra/putrinya
setelah LULUS menyelesaikan pendidikan umum baik itu slta/sederajad ataupun pendidikan yang lebih tinggi plus gelar sarjananya, tentunya cenderung akan sangat
berminat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan jaminan hari
tua, mereka beralasan seolah-olah masa depan sudah “aman dan nyaman’” dengan
menjadi PNS. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah di jumpai orang yang sama
sekali tidak berminat menjadi PNS.
Anehnya lagi, banyak
orang yang rela membuang-buang hartanya demi PNS. Banyak dari mereka rela
mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah Mau cari uang kok malah ngeluarin uang???!!!
Kita juga tahu bahwa
gaji PNS adalah kecil, tapi kata seorang peminat PNS beralasan “Kita kan bisa
hidup sederhana, kita juga bisa cari tambahan lain”
Begitulah
memang seperti yang dikatakan oleh para pebisnis “watak orang Indonesia, merasa terbuai dengan’kenyamanan”
Ada beberapa alasan mengapa orang ingin menjadi Pegawai pemerintah, (Tulisan berikut ini diambil dari berbagai sumber), antara lain:
- Aman dan
Nyaman, karena kalau di swasta katanya nanti bisa nggak dipakai orang lagi,
dipecat, dlsb. Motivasi ini jelas bibit dari sifat PGPS (pinter goblok
pendapatan sama). Kalau jadi PNS aman, gak bakalan dipecat mau segoblok apa
juga. Mau kerja rajin, mau kerja malas, mau kreatif atau dongok, tetap aman
dah.
- Pensiun, ini
cukup make sense dan manusiawi, tapi apa mereka tidak tahu bahwa perusahaan2
swasta pun banyak yang memiliki program dana pensiun, dan kenapa tidak setinggi
itu animo untuk bekerja di swasta? mungkin kembali ke poin di atas.
- Mau jadi kaya,
nah ini nih… jarang diungkapkan, tapi kalau mau disurvey secara jujur inilah
motivasi utama mayoritas orang yang mau jadi PNS.
- Kebanggaan,
hmm… mungkin juga, meskipun saya gak tahu di mana harus bangganya. Memang ada
beberapa profesi yang membanggakan atau menurut saya mereka patut bangga dengan
itu seperti peneliti ilmiah, dosen, guru (salut untuk yang ini) atau profesi2
yang memang membutuhkan kompetensi tinggi, untuk profesi-profesi seperti ini
tentunya tidak berlaku “if I am just a little bit dumber, then I will be a
PNS”. Tapi yang lainnya, bangga??
7-8 tahun lalu,
di sebuah artikel di harian Kompas, saya baca tulisannya Alm Romo Mangun, doi
menulis tentang sistem kependidikan kita dan kenapa orang begitu berminat
menjadi PNS (birokrat). Rupanya, menurut analisis doi, kita ini masih mewarisi
mental inlander dari jaman kolonial dulu, di mana orang dididik untuk menjadi
patuh dan taat pada pemerintah sehingga bisa menjadi ambtenaar (PNS di jaman
kolonial). Menjadi ambtenaar itu jabatan terhormat di masyarakat waktu itu, dan
rupanya masih terbawa hingga sekarang.
Sehingga,
kata Romo Mangun, pernah ada penelitian tentang cita-cita pelajar di dunia. Di
Amrik, jika ditanya cita-citanya, para pelajar di sana mengatakan mereka ingin
menjadi pengusaha, eksekutif perusahaan multi nasional, pengacara, dll. Di
Iran, pelajarnya ingin menjadi ulama dan tokoh syiah. Di Indonesia, pelajarnya
ingin menjadi PNS.
Semoga dengan bergantinya estafet PEMIMPIN di negeri ini paradigma (dilayani) sebagai PNS benar-benar akan hilang, dan menjalankan sesuai TUPOKSI sehingga lambat laun KKN terhapuskan.
~ kegiatan upacara 1 Desember 2014
sumber: media informasi ASN (kepegawaian sipil)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar